Kebanyakan Perempuan Lebih Suka
disebut "CANTIK" ketimbang "PINTAR"...?
Konon, kenapa kebanyakan perempuan lebih suka disebut "Cantik" daripada "Pintar" karena ada satu alasan; yakni kebanyakan kaum laki-laki lebih suka memandang daripada berfikir..!!!
Argumen satir ini meski terkesan ngawur merujuk kepada suatu fakta sosial bahwa perempuan selalu dikaitkan dengan aspek ketubuhan. Artinya, ada semacam budaya pemujaan tubuh perempuan yang telah melekat kuat dalam ingatan sosial kita.
Bahkan, merujuk ke riwayat awalmula terjadinya konflik berdarah antar sesama anak manusia adalah karena didorong oleh perebutan "kepemilikan" tubuh perempuan, dalam hal ini adalah kisah Qabil & Habil (anak-anak Adam-Hawa) saat berlomba meminang Iqlima yang lebih cantik ketimbang Labuda. Dan masih banyak lagi cerita tragedi berdarah anak manusia yang dimotivasi oleh perebutan tubuh perempuan.
Bermacam cerita revolusi politik juga ternyata didalamnya terselip aroma persaingan asmara dan kisah memperebutkan tubuh perempuan. Di tanah Jawa, misalnya, salah satu cerita yang cukup populer adalah kisah Ken Arok dan Ken Dedes. Dikisahkan, obsesi Ken Arok untuk menjadi raja berawal dari hasrat ingin menikmati kecantikan tubuh Ken Dedes, istri Tunggul Ametung (Raja Tumapel).
Perselingkuhan asmara Ken Arok & Ken Dedes itulah yang kemudian melahirkan petaka politik berdarah berupa pembunuhan Tunggul Ametung oleh Ken Arok. Setelah itu Ken Arok mendirikan Kerajaan Singosari dan dia menjadi raja yang pertama dengan didampingi Ken Dedes sebagai permaisurinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar